PHK besar-besaran itu adalah bagian dari program restrukturisasi besar yang didesain untuk menyelamatkan US$ 5 miliar per tahun mulai 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HSBC juga mengumumkan rencananya untuk fokus di online banking dan layanan mandiri. Ini akan berdampak pada penutupan 12 persen kantor cabang di seluruh dunia.
“Sejak awal 2011 kami secara material sudah membentuk ulang HSBC, tapi sangat jelas bahwa ini masih belum memadai untuk mendorong revaluasi perusahaan dan peningkatan harga saham,” kata CEO HSBC Stuart Gulliver, seperti dilansir CNN Money, Selasa (9/6).
“Kami menyadari bahwa dunia sudah berubah dan kami juga harus ikut berubah,” kata Gulliver. Dia bilang, HSBC akan memperluas operasinya di Asia, khususnya di bidang manajemen aset dan asuransi.
HSCB sendiri sedang melakukan peninjauan terhadap keseluruhan bisnisnya dan diperkirakan selesai pada akhir tahun ini. Belum diketahui apakah itu termasuk pemindahan kantor pusat dari London. Basis HSBC sebelumnya, Hong Kong, diyakini sebagai tempat pindah yang paling masuk akal. (ded/ded)