"Kita harus siapkan skema (bond stabilization fund) supaya ada dana khusus untuk melakukan stabilisasi," ujar Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro di Gedung DPR, Rabu (10/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dana untuk buyback SUN yang dianggarkan dalam APBN jumlahnya terbatas dan peruntukannya bukan di saat kondisi kritis. Dana buyback biasanya disuntikan ke sistem untuk menjaga likuiditas dan tingkat imbal hasil (yield) atau menggairahkan pasar yang tengah lesu.
Untuk mitigasi tahap awal, lanjut Bambang, pemerintah akan memanfaatkan kerangka kebijakan stabilisasi obligasi (BSF) dengan menagih komitmen BUMN terkait alokasi dana pensiun, asuransi dan anggaran khusus untuk buyback SUN.
"Kalau yang fund dedicated. Ada dana yang disimpan untuk kalau diperlukan. Belum sampai final, baru konsep umum," tuturnya.
Sayangnya, Bambang belum bisa memastikan berapa kebutuhan bond stabilization fund dan kapan dana siaga ini mulai dianggarkan.
"Ini bukan untuk intervensi. Artinya ini harus ada sebagai stabilisasi saja, bukan untuk cari keuntungan. Ketika BSF terpakai penuh dan masih belum cukup, baru fund-nya masuk," jelasnya. (ags/gen)