"Kita lakukan terus pemantauan menit ke menit, dan kita sudah siap melakukan buyback kalau pasar mengalami tekanan," ujar Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (16/12).
Bambang mengatakan, dari sisi fiskal pemerintah akan mendorong perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertransaksi menggunakan mata uang dolar untuk melakukan lindung nilai (hedging) ketika bertransaksi. Tujuannya adalah agar tidak mengalami kerugian akibat melemahnya rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Current account deficit sudah menunjukkan perbaikan, tetapi untuk emerging market seperti Indonesia besarannya seharusnya lebih baik lagi. Artinya kondisi fundamental domestik harus tetap diperbaiki," jelas Bambang.
"Mendekati akhir tahun, banyak perusahaan berburu dolar untuk membayar utang, dividen, sampai mencari instrumen investasi baru sebagai persiapan tahun depan," kata Bambang.
Jangan Khawatir
Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan melemahnya rupiah terhadap dolar. "Tidak semua masyarakat yang susah. Banyak juga yang senang," kata JK.
JK mencontohkan kerugian memang akan dialami oleh masyarakat atau perusahaan yang banyak menggunakan barang impor karena harganya dipastikan akan lebih mahal. Namun, pengusaha yang menghasilkan produk untuk ekspor akan mendapatkan manfaat.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga berjanji akan menstabilkan kebutuhan pokok seperti beras, gula, daging dan mengurangi inflasi sebagai bentuk antisipasi dari pemerintah.