“Saya kira sulit untuk menentukan besaran target tahun ini, yang jelas kami menjaga agar minimal bisa sama seperti tahun lalu. Hal itu saja sudah bagus,” ujar Alan Fernandez, Direktur Keuangan Delta Djakarta saat paparan publik di Jakarta, Kamis (11/6).
Sepanjang 2014 lalu, emiten yang 26,25 persen sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu berhasil mengantongi penjualan sebesar Rp 2,11 triliun naik 5,5 persen dibandingkan penjualan 2013 sebesar Rp 2 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, pada kuartal I tahun ini, kinerja perseroan ambruk. Perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 42,44 persen pada kuartal I 2015 menjadi Rp 329,31 miliar, dari penjualan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 572,19 miliar.
Kebijakan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel yang melarang penjualan minuman keras dengan kandungan alkohol sampai 5 persen di minimarket dan toko pengecer mulai 16 April 2015 diyakini telah membuat seret penjualan bir perseroan.
Oleh karena itu Ronny Titiheruw, Direktur Pemasaran Delta Djakarta mengatakan bakal terus mencari strategi baru untuk menyiasati Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tersebut. Salah satunya adalah dengan meningkatkan penjualan di minimarket, supermarket, restoran dan cafe, serta daerah-daerah tujuan wisata yang belum dilarang pemerintah.