Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya menyatakan, pembagian dividen sebesar Rp 380 miliar, meningkat 19 persen dibanding tahun sebelumnya, hal itu dinilainya semakin menguatkan komitmen kepada para pemegang saham.
“Kami tetap berhati-hati dalam mengelola arus kas demi menjaga tingkat pertumbuhan perseroan di masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selain itu, saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Benny Haryanto Djie atas dukungan dan arahannya selama masa jabatannya sebagai anggota Dewan Komisaris."
Pendapatan dari Divisi Healthcare tumbuh secara mengesankan sebesar 33 persen menjadi Rp 3,34 triliun. Siloam menambah 4 rumah sakit baru sepanjang tahun, sehingga mengelola 20 rumah sakit pada akhir 2014.
“Pendapatan dari pasien rawat inap meningkat sebesar 34 persen sedangkan kunjungan rawat jalan meningkat sebesar 24 persen,” jelas Ketut.
Lebih lanjut, pendapatan divisi Komersial Lippo Karawaci tumbuh sebesar 16 persen menjadi Rp 668 miliar terutama didorong oleh peningkatan Pendapatan Mal, yang naik sebesar 52 persen menjadi Rp 307 miliar, dengan kontribusi dari Mal Kuta Icon dan pembukaan 2 mal baru, yaitu Lippo Mall Puri dan Lippo Plaza Buton (Bau-bau).
Adapun pendapatan Development tumbuh sehat sebesar 132 persen menjadi Rp 6,98 triliun, yang memberikan kontribusi sebesar 60 persen terhadap total pendapatan, sementara itu pendapatan pecurring tumbuh sebesar 28 persen menjadi Rp 4,68 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 40 persen dari total pendapatan.