"Kemarin sampai akhir Mei, PNBP (minerba) kalau tidak salah baru Rp 13 triliun. Realisasi ini masih dibawah (target) karena kita masih pakai aturan yang lama soal (pengenaan) royalti," ujar Bambang Gatot, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) di kantornya, Rabu (17/6).
Bambang memperkirakan, masih rendahnya angka realisasi PNBP Minerba disepanjang lima bulan pertama 2015 juga tak lepas dari masih lesunya harga batubara dunia dan domestik yang terjadi hingga saat ini. Selain itu, katanya, anjloknya PNBP juga disinyalir kuat disebabkan oleh turunnya angka produksi batubara Indonesia di sepanjang Januari hingga Mei 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gangguan cuaca itu ada pengaruhnya. Apalagi harga batubara juga masih jelek," cetusnya.
"Biasanya ada revisi (PNBP) kalau sudah masuk di triwulan III dan IV. Nanti kita lihat perkembangannya. Tapi mudah-mudahan triwulan berikutnya ada perbaikan (harga dan produksi)," tandas Bambang. (gir)