Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina tak menampik bahwa perseroan telah mengirim sejumlah staf untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan perusahaan asal negara beruang merah tersebut.
"Kerjasama ke depan itu untuk minyak mentah maupun produk kilang. Saat ini masih posisi awal untuk mengecek opportunity yg ada," ujar Wianda saat dihubungi di Jakarta, Kamis (18/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan terus jajaki pembelian minyak langsung dengan beberapa negara seperti Rusia," ungkapnya.
Untuk merealisasikan rencana itu, Galuzin pun sempat mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yakni Sudirman Said.
Selain jual-beli minyak, kedua negara juga membahas rencana proyek-proyek strategis seperti pembangkit listrik dan kilang minyak, hingga implementasi rencana pemanfaatan sumber daya mineral secara bersama di Indonesia.
"Ini merupakan pertemuan lanjutan setelah Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Putin di Beijing bulan lalu. Kami rasa Indonesia adalah mitra Rusia yang baik dengan kondisi ekonomi dan investasi yang sangat positif dibandingkan negara-negara lain di dunia," ujar Galuzin di kantor Kementerian ESDM beberapa waktu lalu. (gen)