Bahkan, manajemen Pertamina menaksir penurunan angka penjualan elpiji 12 kg mencapai 24 persen sejak 1 April 2015.
"Yang 12 kg itu turun 24 persen. Kalau yang 3 kg naik 2 persen," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada migrasi dari 12 kg ke 3 kg kurang lebih 20 persen. Ini karena harganya beda jauh," tambahnya.
Sebagai gambaran, jika saat ini harga elpiji 12 kg dilego Rp 141 ribu per tabung atau berkisar Rp 11.750 per kg, terjadi diparitas sekitar Rp 5.450 per kg lantaran harga elpiji bersubsidi per kilogramnya berkisar Rp 6.300.
Tak ayal, akibat tingginya disparitas tersebut banyak konsumen elpiji 12 kg beralih menggunakan elpiji 3 kg.
"Kita kan setahun 7,1 juta metrok ton. Yang 3 kg itu 5,7 juta dari 7,1 juta, sementara yang 12 kg cuma 1 jutaan. Kalau bicara 20 persen dari satu juta itu sekitar 2 persen dari 5,7 juta," kata Ahmad Bambang. (gen)