Dalam kunjungannya tersebut, Rachmat Gobel menyatakan pihaknya ingin memastikan bahwa perizinan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah berjalan sesuai dengan indikator yang diharapkan.
“Bongkar-muat bahan bahan pokok di pelabuhan harus bisa berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal, karena hal tersebut akan berpengaruh pada distribusi pengangkutan bahan pokok ke daerah-daerah melalui laut,” kata Rachmat Gobel dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (21/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, dalam kunjungannya tersebut, Rachmat Gobel menyatakan melakukan pengawasan dan pemantauan implementasi proses pengurusan hingga realisasi serta besaran waktu bongkar-muat angkut barang dan prioritasnya.
Di pasar Wonokromo, Mendag memonitor perkembangan stok dan kelancaran arus logistik kebutuhan pokok. Begitu pula ketika berkunjung ke Pasar Induk Beras Bendul Merisi Surabaya.
“Karena itu, perlu untuk memastikan kelancaran suplai bahan pokok masuk ke pasar serta memastikan harmonisasi barang dan kebutuhan untuk efisiensi harga,” kata Rachmat.
Tak hanya kesal, Jokowi bahkan sempat mengancam akan mencopot menteri, direksi badan usaha milik negara (BUMN) pelabuhan, hingga operator di lapangan yang dianggap tak mampu mempersingkat dwelling time sesuai target yang ditetapkan. (gir)