Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan meningkatnya permintaan baik dari sisi industri dan konsumsi rumah tangga akan menambah penyerapan hasil lifting gas bumi. Sudirman juga mengatakan bahwa dengan segera keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur pembentukan agregator gas bumi, diharapkan juga bisa meningkatkan penyerapan penggunaan gas bumi di masyarakat.
"Target lifting gas kita naik karena tahun depan penyerapannya juga diperkirakan meningkat. Kita juga berharap, dengan adanya Perpres mengenai agregator gas yang sedang disusun juga bisa meningkatkan penyerapan gas bagi industri tahun depan," jelas Sudirman di Gedung DPR, Senin (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti, mix pricing ini akan kami aplikasikan ke beberapa lini usaha yang menggunakan bahan baku gas bumi. Misalkan industri keramik di Medan dan Jawa Timur, nanti harga bahan baku gas buminya sama, tidak ada yang lebih mahal satu sama lain. Namun, tentunya harga gas bumi bagi satu sektor industri tetap berbeda dengan sektor lainnya," terang Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja di tempat yang sama.
Selain meningkatkan target gas bumi, adanya proyeksi pertambahan penggunaan gas bumi ini juga bisa meningkatkan realisasi lifting gas yang diharapkan bisa terealisasi 100 persen pada tahun depan. Karena hingga akhir 2015, pemerintah hanya mampu merealisasikan lifting gas sebesar 1.168 BOEPD, atau sebesar 95,65 persen dari target lifting gas 2015 sebesar 1.221 BOEPD. (gir/gir)