Faisal mengakui sisi positif dari penghapusan PPnBM untuk lemari pendingin, pemanas air, mesin cuci baju, televisi, pendingin ruangan, alat perekam video, alat fotografi, kompor, proyektor, mesin cuci piring, mesin pengering, dan microwave oven menjadikan barang-barang tersebut lebih terjangkau bagi kocek masyarakat.
Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) itu juga setuju barang-barang tersebut sudah tidak lagi masuk kategori barang mewah yang harus dikenakan pajak khusus oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurut Faisal usulan untuk menghapus PPnBM bagi produk elektronik sudah lama disampaikan ke pemerintah. Ia mengaku sempat menyampaikan usulan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, namun tidak dihiraukan.
Vietnam disebutnya sebagai negara yang paling banyak mengambil peluang di sektor elektronik. Vietnam mampu menyembul sebagai negara pengekspor produk elektronik yang disegani karena kebijakan penghapusan PPnBM yang dilakukannya untuk produk elektronik dan insentif lainnya juga disediakan pemerintah Vietnam.
“Ekspor produk elektronik Vietnam sudah jauh meningggalkan Indonesia. Pada 2013, ekspor produk elektronik Vietnam sudah hampir empat kali lipat Indonesia. Samsung memilih Vietnam sebagai basis produksi regional. Sementara Blackberry memilih Malaysia, padahal Indonesia merupakan pasar terbesar kedua di dunia bagi Blackberry,” kata Faisal. (gen)