“Kuncinya memang harus benar-benar dikontrol penggunaan dana (CPO fund) ini,” tutur Direktur Pemasaran SSMS Ramzi Sastra ketika ditemui di Graha CIMB Niaga, Selasa (23/6).
Menurut Ramzi, apabila sesuai dengan tujuan awalnya, adanya pungutan yang totalnya diperkirakan dapat mencapai US$ 750 juta per tahun memang dapat memajukan industri sawit di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita harapkan dengan adanya subsidi ke industri downstream atau biodiesel itu nantinya konsumsi CPO di downstream itu akan naik, akan tinggi. Kalau konsumsi (CPO) di lokal naik tentu demand akan semakin naik tentu harga nanti akan terkoreksi,” ujarnya.
“Volume produksi di upstream itu jauh lebih besar sebenarnya. Jadi volumenya sudah besar, nilainya sudah besar. Sementara yang disubsidi hanya beberapa, lebih sedikit pemainnya di downstream. Jadi yang upstream ini mensubsidi yang pemain di bawah semua,” ujarnya.
“Kalau perusahaan yang bisa memaintain cash cost-nya itu di bawah US$ 300 (per metrik ton) dia masih punya room yang besar, tetapi kalau yang sudah US$ 400–US$ 500 per ton CPO itu berat,” ujarnya.
(gir/gir)