Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) Rimbun Situmorang menyebutkan harga minyak sawit mentah (CPO) akhir-akhir masih tertekan dengan harga rata-rata di bulan Mei berkisar Rp 7.100–Rp 7.300 (per kg) atau setara sekitar US$ 560 per ton.
“Ini tentu lebih banyak diakibatkan oleh pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Di samping itu juga diakibatkan oleh demand yang terjadi pada saat ini memang tidak terlalu menggembirakan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Harapan kita dengan adanya kebijakan pemerintah yang baru ini tentunya bisa untuk meningkatkan untuk permintaan terutama dalam negeri,” katanya.
Sebelumnya, Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menyatakan rupiah tidak selayaknya berada di level lemah pada saat ini. Pasalnya dari beberapa data ekonomi yang terkini, kondisi Indonesia tidak seburuk yang dinilai dan pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh spekulan serta krisis kepercayaan.
“Ada semacam krisis kepercayaan dan tergerusnya trust terhadap pemerintah dan BI. Hal itu mengakibatkan pasokan dolar AS di pasar valuta asing tidak meningkat. Apalagi mengingat volume transaksi di pasar valuta asing sangat tipis, sekitar US$ 2 miliar saja dalam sehari,” jelasnya. (gir/gir)