"Totalnya US$ 1 miliar. Pembiayaannya masih dalam pembicaraan. Jadi ini bisa segera dialirkan di wilayah Indonesia yang masih krisis Indonesia," kata Menteri BUMN, Rini Soemarno saat ditemui di Pabrik PT Pindad, Bandung, Sabtu (27/6).
Sebagaimana diketahui, untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik di daerah terpencil pemerintah dan PLN tengah berupaya menyediakan pembangkit listrik yang bersumber dari energi alternatif. Dalam pertemuannya dengan CEO GE Indonesia, Handry Satriago pekan lalu, pemerintah telah meminta manajemen GE agar membuat paket penawaran untuk pesanan 400 mesin dalam jangka 9 bulan kedepan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita tahu bahwa energi fosil akan habis, maka kita harus mengembangkan renewable energy. Malaysia sudah lebih maju dari Indonesia dalam hal pengembangan energi tersebut, sehingga kita akan bekerja sama dan belajar dari Malaysia,” kata Sudirman.
Dari yang direncanakan, proses kerjasama Indonesia dan Malaysia bakal berjalan di dua titik meliputi Kalimantan dan Sumatera. Di Sumatera, porgram kerjasama sendiri akan dilaksanakan PT Bukit Asam dengan membangun power generation berkapasitas 2x600 megawatt (MW). Dimana saat ini konstruksi pembangkit tengah berjalan dan diharapkan beroperasi pada 2019 mendatang.
Adapun bentuk kerja sama pemanfaatan listrik di Sumatera, akan berjalan secara business to business antara PLN dengan perusahaan listrik milik Malaysia. "Kami menyambut baik kerja sama Asean Power Grid ini, let’s revisit. Jika ke depannya ada hambatan-hambatan, mari kita selesaikan sama-sama," ujar Sudirman. (dim/dim)