“India itu ada sekitar 300 ribu wisatawan mancanegaranya (wisman) yang datang ke Indonesia setiap tahun. Arab Saudi itu menyumbang jumlah wisman terbesar dari Timur Tengah. Selain itu, juga masih ada yang dari Eropa, seperti Portugal itu bisa masuk,” ujar Arief di kantornya, Jakarta, Senin (29/6).
Arief mengungkapkan pemerintah telah menyampaikan rencana pemberian fasilitas bebas visa tersebut kepada perwakilan negara-negara terkait. Menurut mantan bos PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) itu, respons dari tiga negara tersebut baik dan menyatakan berminat untuk menerima fasilitas bebas visa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arief, Indonesia harus mengikuti langkah negara lain yang menjadikan fasilitas bebas visa sebagai alat untuk menarik turis asing. Ia mencontohkan Malaysia yang memberikan fasilitas bebas visa pada 164 negara dan Thailand yang membebaskan visa pada 56 negara.
“Indonesia kemarin baru (memberikan bebas visa pada) 15 negara. Bisa dibayangkan kalau mau ke Indonesia ribet. Belum apa-apa sudah ribet, sudah di susahkan dengan visa,” ujar Arief.
Sebagai informasi pemerintah menargetkan jumlah kunjungan turis asing pada tahun ini mencapai 10,5 juta orang. Diharapkan pada 2019, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sudah mencapai 20 juta orang per tahun. (gen)