Genjot Kunjungan Turis, Indonesia Beri Bebas Visa 30 Negara

Resty Armenia , CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2015 00:04 WIB
Genjot Kunjungan Turis, Indonesia Beri Bebas Visa 30 Negara Wisatawan mancanegara (wisman) menikmati panorama Pantai Kuta, Bali, Kamis (30/4). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, tahun depan Indonesia akan menambah pemberlakukan bebas visa pada 30 negara. Dengan tambahan ini maka total ada 75 negara yang warganya bebas masuk ke Indonesia.

"2016 kami harap ada 30 negara baru bebas visa. Untuk pemegang kepentingan, silakan usulkan negara mana yang bisa diajukan" ujar Arief di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6).

Arief mengaku mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk mengambil langkah itu guna mampu bersaing dengan negara tetangga yang berhasil menyedot lebih banyak wisatawan asing.

"Harus dilihat, Indonesia bersaing dengan Malaysia (memberikan bebas visa ke) 154 negara, Thailand 56 negara," kata dia.

Menurut dia, wisatawan asing selama ini malas ke Indonesia karena harus menghabiskan waktu dan uang untuk mengurus visa. Menurutnya, dengan dibebaskannya pengurusan visa, bisa meningkatkan pelayanan dan meningkatkan daya saing dengan negara lain. "Destinasi wisata bukan hanya Indonesia," ujarnya.

Target wisawatan asing yang datang ke Indonesia adalah 10 juta setiap tahunnya. Arief berharap, dengan ditambahnya daftar negara yang terbebas pengurusan visa tahun depan, target ini juga bisa ditambah 1 juta orang. "Kami harap tahun ini 10,5 juta wisatawan mancanegara," kata Arief.

Keputusan untuk menambah daftar negara yang bebas visa dilakukan karena pariwisata merupakan sektor yang paling cepat dan paling mudah untuk mendapatkan devisa. Upaya ini dinilai Arief jadi salah satu bentuk promosi pariwisata Indonesi ke 30 negara tersebut.

Untuk mengimbangi program bebas visa ke 30 negara tambahan ini, Kementerian Pariwisara saat ini punya rencana jangka menengah dan panjang. Misalnya dengan adanya pembangunan kawasan ekonomi khusus pariwisata dan 222 kawasan pengembangan wisata nasional seperti Tanjung Lesung di Banten dan Mandalika di Lombok.

Sebelumnya ketika membuka rapat terbatas soal pariwisata, Jokowi mengatakan pekan lalu ia telah menandatangani Keputusan Presiden tentang bebas visa untuk 30 negara. Ia berpendapat, langkah tersebut akan memberikan dampak yang baik dari sisi pariwisata.

"Masih perlu terobosan lagi yang lebih menyasar sehingga ada betul-betul lonjakan yang sangat tinggi dari wisatawan yang datang ke Indonesia. Dan yang paling penting bisa mendatangkan fresh money yang baik untuk negara," kata Jokowi.

Dalam ratas tersebut, Jokowi mengajak para pemangku kebijakan dan hampir seluruh asosiasi pariwisata, termasuk pengelola kawasan ekonomi khusus pariwisata.