"Kebijakan itu akan memberikan proyeksi yang bagus bagi penjualan mobil kami. Memang pada semester awal penjualan kami sempat melemah, tapi kami optimistis secara bertahap pasarnya akan membaik," jelas Direktur Utama PT Indomobil Sukses Internasional, Jusak Kertowidjojo di Jakarta, Senin (29/6).
Meskipun begitu, Jusak enggan mengungkap proyeksi pertumbuhan penjualan yang bisa dihasilkan perusahaan hingga akhir tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Jusak mengatakan bahwa kebijakan tersebut mungkin hanya akan berpengaruh pada penjualan produk-produk otomotif yang berada pada entry level mengingat sebagian besar pembelian untuk produk-produk tersebut banyak yang menggunakan sistem pembiayaan.
"Semakin murah produknya, biasanya mereka menggunakan sistem financing. Contohnya penjualan motor itu 90 persen kredit, penjualan Datsun 30 persen financing, atau penjualan X-Trail 35 persen menggunakan kredit," jelasnya.
Kendati optimis, perusahaannya tak akan melakukan produksi merk otomotif lain dan fokus mengembangkan merk-merk yang sudah ada. Malahan, perusahaan berencana untuk memperluas ekspansi di sektor komponen mobil, yang menurutnya sangat menjanjikan di Indonesia.
"Kami tak akan tambah merk mobil karena pada dasarnya, seluruh merk sudah ada disini. Mungkin kita mau perluas di sektor komponen otomotif karena Indonesia lahannya luas, tenaga kerja banyak, dan produksi otomotif pun sudah banyak dikerjakan di sini," tuturnya.
Di dalam peraturan baru tersebut, uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) bagi roda tiga non-produktif bagi bank syariah dan konvensional adalah sebesar 25 persen, atau lebih kecil lima persen dibanding kebijakan sebelumnya dimana uang muka dipatok sebesar 30 persen dari harga penjualan.
Sebagai informasi, total penjualan Indomobil pada 2014 sebesar Rp 19,46 triliun, di mana 74 persennya atau Rp 14,37 triliun berasal dari penjualan kendaraan otomotif. Demikian pula untuk laba kotor perusahaan, 34 persen atau sekitar Rp 900 miliar dari total Rp 2,64 triliun berasal dari penjualan kendaraan bermotor.
Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total penjualan kendaraan roda empat ke distributor atau agen (wholesales) sebanyak 282.233 unit sepanjang kuartal I 2015. Angka ini lebih rendah 15 persen dibandingkan dengan penjualan periode yang sama tahun sebelumnya 328.500 unit.
Angka penjualan mobil di tingkat ritel juga menurun sebesar 15 persen ke angka 257.114 unit jika dibandingkan dengan perolehan kuartal I 2014 yang mencapai 303.776 unit.
Indomobil sendiri merupakan penjual mobil dengan merk-merk seperti Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Renault Trucks, Suzuki, Volkswagen, Volvo, Volvo Trucks, dan Mack Trucks. (ags)