"Belakangan juga ada tren yang aneh. Biasanya negara maju konsumsi motor besar jadi andalan, tapi tren baru yang terjadi adalah banyak negara-negara maju seperti Jerman dan Inggris yang minta motor kecil layaknya hasil produksi kita," tutur Gunadi di Jakarta, Senin malam (29/6).
Ia mengatakan bahwa tren ini muncul pasca diadakannya pameran sepeda motor di kota Köln, Jerman. Gunadi sendiri terkejut akan adanya tren baru ini mengingat Indonesia cuma bisa memproduksi motor ukuran kecil yang biasanya hanya terserap oleh negara-negara miskin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat data Januari hingga April 2015, ekspor sepeda motor tercatat di angka 55.541 unit, atau naik sebesar 613,16 persen dibanding angka periode pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 7.788 unit. Ekspor sepeda motor Yamaha, memiliki porsi terbesar yaitu sebanyak 36.757 unit, atau sebesar 66,29 persen dari ekspor sepeda motor secara keseluruhan.
Pada tahun 2015, AISI sendiri menargetkan ekspor sepeda motor sebesar 80 ribu unit. Dengan kata lain, realisasi ekspor pada empat bulan pertama 2015 telah mencapai 69,43 persen dari target asosiasi hingga akhir tahun.
"Hingga akhir tahun, kami perkirakan ekspor sepeda motor kita bisa dua kali lipat lebih besar dari target semula. Kalau pemerintah punya target peningkatan ekspor sebesar 300 persen beberapa tahun ke depan, kami yakin ekspor sepeda motor bisa lebih besar dari itu," kata Gunadi. (gen)