Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang ikut dalam pertemuan mengatakan beberapa syarat yang diajukan Jokowi lebih bersifat normatif.
Pertama, Freeport harus lebih mempercepat proses pembangunan ekonomi Papua dan juga Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Jokowi meminta Freeport untuk meningkatkan kandungan lokal dalam mengerjakan proyek tambang bawah tanah sampai kegiatan operasional sehari-hari.
Ketiga, Freeport diminta Jokowi untuk meningkatkan partisipasi dalam membangun infrastruktur wilayah di tempatnya beroperasi.
“Secara khusus, Presiden ingin PLTA Uru Muka 1.000 megawatt (MW) bisa dibangun oleh Freeport. Kalau itu dibangun maka 400 MW diantaranya bisa dimanfaatkan Freeport untuk tambang bawah tanah, sisanya bisa dipakai masyarakat setempat,” jelas Sudirman.
Tiga syarat tersebut menurut Sudirman telah dipercayakan oleh Jokowi kepadanya untuk terus diikuti proses realisasinya. Selain tiga hal tersebut, Jokowi juga meminta pembahasan teknis perpanjangan izin Freeport bisa dilakukan dengan hati-hati. (gen)