“Pasar properti memang seret, pasar kami dari 10 unit sebulan turun jadi 2 saja misalnya, kami pun mengalami gejala yang sama,” kata Direktur Utama HK Realtindo Muhammad Fauzan di Jakarta, Kamis (2/7) malam.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara proyek lain ada yang akan digarap bersama BUMN lain. Kedua proyek ini termasuk ke dalam target 6-7 proyek yang akan digarap anak perusahaan Hutama Karya ini pada 2015 dengan nilai investasi Rp 1 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Taufik Hendra Kusuma, Direktur Keuangan HK Realtindo mengatakan pada tiga bulan terakhir penjualan mereka stagnan. "Kami cuma bisa jual sepertiga dari Q4 Desember lalu, efeknya (Perlambatan ekonomi) signifikan," katanya kepada CNN Indonesia.
Strategi HK yang fokus kepada rumah yang harganya lebih kecil, atau segmen rumah pertama, kata Taufik, sebab segmen ini tak pernah habis demand-nya. "Tapi ketersediaan lahan enggak banyak. Sehingga sebenarnya bangunan tinggi, apartemen itu, jadi solusi, dengan segala macam masalahnya," ujar dia.
Siap-Siap IPO
Situasi ekonomi yang kurang bersahabat tak menyurutkan langkah HK Realtindo menuju go publik. "Kami ditargetkan induk untuk melakukan penawaran terbuka pada tahun 2016," kata Fauzan.
Taufik mengatakan hasil IPO (penawaran saham perdana) akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang sudah direncanakan. (ded/ded)