“Ini lucu, kalau yang lain dikasih insentif dan fasilitas, properti justru dinaikkan, bukan dilebarkan tax base-nya,” kata Taufik Hendra Kusuma, Direktur Keuangan PT HK Realtindo, di Jakarta, Kamis (2/7) malam. "Misalnya ke cluster-cluster yang tidak jelas pembayaran pajaknya itu."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, situasi perekonomian yang melambat juga membuat lesu pasar properti. HK Realtindo pun merasakan dampak penurunan penjualan yang signifikan. (Baca: Penjualan Anjlok, HK Realtindo Terimbas Perlambatan Ekonomi)
Seharusnya, kata Taufik, pemerintah memberikan insentif kepada pengembang karena akan lebih memberikan multiplier effect, ketimbang memberikan keringanan bunga seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang justru akan lebih dinikmati perbankan.
“Komponen bunga dari harga sebuah rumah itu kan hanya sekian persen. Kenapa FLPP enggak menyentuh ke developer?” katanya. Dia yakin kalau ada subsidi bunga kepada developer, contohnya untuk kredit konstruksi, efeknya adalah terjadi penurunan harga rumah.
“Sebanyak 60-70 persen komponen rumah kan ada di konstruksi. Dia kan pasti pakai kredit konstruksi. Kalau bunganya bisa turun separuh, efeknya pasti jauh. Belum lagi efek turun ke support dan lain-lain,” katanya. (ded/ded)