Dwi mengatakan pihaknya memiliki cukup banyak tenaga ahli untuk mengelola blok tersebut, termasuk untuk mengelola sumber daya manusia yang ada di sana. “Tentu saja yang bersedia bergabung ke pertamina,” katanya, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/7).
Pertamina, kata Dwi, sudah berkomunikasi dengan serikat pekerja di Mahakam. Mereka, kata dia, senang hati bergabung dengan Pertamina. Oleh sebab itu, dia yakin transfer informasi dan sistem teknologi informasi akan berjalan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Tapi sebagai perusahaan negara, Pertamina boleh melakukan share down, yakni menjual atau mengurangi sebagian saham kepada pihak lain. Pertamina sendiri memutuskan akan melakukan share down kepada Total dan Inpex sebesar 30 persen.
Adapun proses valuasi, kata Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas, akan berlangsung selama sekitar 3 bulan. “Jadi sebelum Desember sudah selesai,” katanya, juga dalam kesempatan yang sama.
Tentang besaran 30 persen, Sudirman Said mengatakan itu karena pemerintah tetap ingin memberikan kesempatan kepada operator sebelumnya untuk berpartisipasi dan berinvestasi terus.
“Inpex sudah mengadakan kesiapannya untuk berlanjut berapapun porsi di antara mereka. Total mungkin masih menunggu 1-2 hari lagi. Tadi sudah ada pertemuan terakhir dan keliahatannya sudah ada konklusi,” kata Sudirman.
Bentuk share down sebesar 30 persen itu, kata Sudirman, bisa juga berbentuk financial value atau barter dengan blok-blok milik operator itu di negara lain. (ded/ded)