Direktur Umum Lion Air Edward Sirait memastikan maskapainya telah membatalkan penerbangan dari dan menuju Denpasar serta Lombok akibat fenomena alam tersebut yaitu Surabaya - Denpasar, Jakarta - Denpasar, Yogyakarta - Denpasar, Surabaya - Lombok, Jakarta - Lombok, dan Yogyakarta - Lombok.
Edward menjelaskan sedikitnya terdapat 12 penerbangan yang dibatalkan pada rute tersebut namun penumpangnya telah memilih untuk dialihkan ke penerbangan esok hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lion Air menurutnya akan terus memantau informasi dari berbagai pihak terkait situasi bandara dan jalur penerbangan yang terkena debu vulkanik.
Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) J.A. Barata memastikan instansinya telah memperpanjang batas waktu larangan terbang dari dan menuju lima bandara yang terdampak penyebaran debu vulkanik Gunung Raung.
“Notice to Airman (Notam) diperpanjang sampai sore nanti. Jadi lima bandara tersebut masih ditutup,” ujar Barata melalui pesan singkat.
1. Notam Nomor A 1413/15 untuk penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, yang berlaku sampai dengan pukul 06.30 WITA.
2. Notam Nomor B 1067/15 untuk penutupan Bandara Internasional Lombok, yang berlaku sampai dengan pukul 05.30 WITA.
3. Notam Nomor C 0498/15 untuk penutupan Bandara Selaparang, Lombok, yang berlaku sampai dengan pukul 09.00 WITA.
4. Notam Nomor C 0499/15 untuk penutupan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, yang berlaku sampai dengan pukul 12.00 WIB.
5. Notam Nomor C 0500/15 untuk penutupan Bandara Notohadinegoro, Jember, yang berlaku sampai dengan pukul 08.00 WIB.
Dengan pemberitahuan perpanjangan Notam yang disampaikan Barata, maka kelima Notam sebelumnya tidak lagi berlaku. (gen)