"Sampai Juni, kami ada perlambatan minus 3 persen. Di beberapa daerah memang terjadi perlambatan," ujar Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharno di Jakarta, Jumat (10/7).
Agung merinci, penjualan perseroan di pulau Sumatera turun 3,5 persen dari 6,06 juta ton menjadi 5,85 juta ton per Juni 2015. Kemudian, pulau Jawa selaku pasar terbesar turun 3,1 persen menjadi 15,8 juta ton dibandingkan tahun lalu 16,3 juta ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Agung menyatakan manajemen Semen Indonesia telah merevisi perkiraan pertumbuhan industri semen tahun ini dari sebesar 6 persen menjadi 0-1 persen. Dengan kata lain, kinerja industri semen pada tahun ini diprediksi hanya akan menyamai penjualan 2014 lalu.
"Jadi untuk mencapainya Juli sampai Desember ini harus tumbuh 6 persen," ungkapnya.
Untuk diketahui, sepanjang 2014 lalu Semen Indonesia berhasil membukukan penjualan sebanyak 26,35 juta ton. Jika pada tahun ini penjualan hanya tumbuh paling besar 1 persen maka penjualan perseroan di tahun ini diperkirakan menjadi sebanyak 26,61 juta ton. (gen)