"Saya kira kalau pelemahan bursa China tidak akan berdampak pada investasi riilnya ke kita. Mungkin itu memengaruhi investasi portfolio, tapi nyatanya komitmen investasi dari mereka masih baik-baik saja," jelasnya di Jakarta, Jumat (10/7).
Franky mengatakan, adanya optimisme terhadap investasi China di Indonesia dapat dilihat dari keseriusan para investor sejumlah sektor termasuk industri galangan kapal dalam negeri. Lantaran memiliki prospek yang menjanjikan, katanya beberapa perusahaan China pun tengah mencari daerah baru untuk memperluas ekspansinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malahan Franky bilang, dengan kondisi perekonomian China yang melemah akan menguntungkan Indonesia lantaran banyak penanaman modal asing (PMA) di negara tirai bambu bakal terelokasi dari negara tersebut. Jika hal tersebut akan terjadi, cetus Franky BKPM akan mengawal investasi-investasi China yang masuk dan berupaya membantu agar para investor asing tatkala menemui kendala.
Sebagai informasi, data BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi asal Tiongkok pada tahun 2014 mencapai angka US$ 800 juta dengan 501 jumlah proyek investasi, atau menduduki peringkat ke-delapan dari keseluruhan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan total nilai US$ 28,53 miliar.
Sedangkan pada kuartal I 2015 sendiri nilai investasi Tiongkok berjumlah US$ 75,1 juta atau 1,14 persen dari total PMA senilai US$ 6,56 miliar.