Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya menjelaskan estimasi tersebut menggunakan asumsi rata-rata kunjungan wisawatan ke Bali yang sekitar 8 ribu turis per hari, dengan rata-rata belanja US$ 150 per turis per hari.
"Pasti ada dampaknya dengan ditutupnya Bandara Ngurah Rai karena kurang lebih per harinya 8 ribu turis ke Bali dengan spending rata-rata per orang US$ 150. Mungkin mereka membatalkan atau menunda kunjungan," ujarnya kepada CNN Indonesia, Ahad (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan hari ketiga (Bandara Ngurah Rai ditutup), tapi kami mengerti karena ini persoalan alam," tuturnya.
"Demikian pula dengan industri perhotelan, total ada 90 ribu kamar hotel yang mereka kelola," tuturnya.
Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali, I Ketut Ardhana mengungkapkan cukup banyak turis yang tidak bisa datang dan meninggalkan Bali akibat ditutupnya Bandara Ngurah Rai. Bagi yang tidak bisa meninggalkan Bali, kata Ardhana, mereka terpaksa harus mengeluarkan anggaran lebih untuk membiayai akomodasi tambahannya.
"Namun, karena ini force major semuanya mesti bertanggungjawab," tuturnya.
Untuk itu, Ardhana mengingatkan seluruh pelaku usaha perjalanan wisata untuk memberikan fleksibilitas dan kompensasi kepada para pengguna jasanya. "Misalnya hotel, harus siap menyediakan kamar untuk membantu tamunya yang tidak bisa pulang," tuturnya.
(ags)