"Mereka sudah bernegosiasi, masing-masing dapat US$ 1 miliar. Jadi total US$ 3 miliar dan tinggal finalisasi bunganya," ujar Rini ketika ditemui di Parkir Timur Senayan, Minggu (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan berbeda, Direktur Utara BNI Achmad Baiquni mengatakan tingkat bunga pinjaman yang ditawarkan CDB masih di atas ekspektasi perseroan. Bahkan, persentase bunga yang masih dirahasiakan tersebut, juga masih lebih tinggi dari bunga pinjaman BNI kepada bank lain.
“Kita selama ini juga meminjam dari beberapa bank. (Pricing) yang mereka (CDB) tawarkan ini masih ada sedikit ada yang lebih tinggi dari (bunga pinjaman) yang ada sekarang,” tambahnya.
Rico Rizal Budidarmo, Direktur Keuangan BNI menuturkan meskipun CDB menawarkan pinjaman dalam mata uang renminbi, tetapi perseroan akan menarik dalam denominasi dolar AS. Pasalnya, perseroannya melihat kebutuhan nasabah atas mata uang tersebut cukup besar.
“Kalau kita nanti mengambil renmibi tapi tidak bisa dipakai kan rugi juga,” kata Rico. (ags/gen)