"Kami harapkan perjanjian jual-beli LNG ini mampu mendorong peningkatan industri-industri yang ada di sana khususnya di Kalimantan Timur. Gas sendiri berasal dari Blok Mahakam yang dioperatori oleh Total," kata Dwi Soetjipto Direktur Utama PT Pertamina di Jakarta, Senin (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pertamina dan afiliasinya pun telah menjadi pioneer dalam pelaksanaan konversi BBM ke LNG di sektor pertambangan Kalimantan Timur melalui pelaksanaan pilot project dengan Berau Coal dan Indominco di tahun 2014. Di mana pegiriman LNG untuk konsumen akan dilakukan dengan menggunakan LNG Iso Tank dengan kapasitas 20 m3 dan diangkut menggunakan truk.
Untuk merealisasikan beberapa proyek tersebut, Pertamina juga telah menyiapkan investasi senilai US$ 156,4 juta atau berkisar Rp 1,8 triliun. Perusahaan minyak dan gas bumi pelat merah tersebut menargetkan proyek infrastruktur tambahan tadi tuntas secara bertahap hingga 2019.
Proyek-proyek tersebut meliputi ekspansi frekuensi LNG filling station di plant 26, loading dan cargo dock di lokasi kilang LNG Badak serta terminal penerima LNG yang masing-masing terdiri dari jetty dan storage di mining site Kaltim Prima Coal, Berau Cluster, dan Kalsel Cluster.