Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, dari 118 bank yang ada, baru 108 bank yang menyerahkan Rencana Bisnis Bank (RBB) kepada OJK dan sudah terlihat mayoritas bank memang menurunkan target penyaluran kreditnya.
Terlihat dalam RBB saat ini perbankan menurunkan target pertumbuhan kredit menjadi 13 hingga 15 persen dengan level moderasi 14 persen, dari target sebelumnya 16 hingga 17 persen. Secara umum ia menghitung ada penurunan pertumbuhan kredit tahun ini mencapai 2,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah optimisme yang berkembang terhadap pertumbuhan ekonomi di semester II, kita berharap dengan ini target tersebut bisa dicapai," ujar Muliaman dalam konferensi pers di kantor OJK Pusat, Jakarta, Jumat (24/7).
"Penjualan mobil dan motor sepanjang semester I drop dibandingkan dengan 2014. Ada pelambatan penjualan sebesar 18,2 persen untuk mobil," ujarnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Nelson Tampubolon menjelaskan jika dilihat dari kategori unit usahanya, penurunan target kredit paling tajam terjadi pada kategori Bank Unit Kegiatan Usaha I (BUKU I) dengan modal inti Rp 100 miliar-Rp 1 triliun. Target kredit BUKU I turun menjadi 16 persen atau turun dari tahun lau yang mencapai 23 persen.
Sementara BUKU IV dengan modal inti mulai Rp 30 triliun ke atas menurunkan targetnya sebanyak 1,4 persen dari target tahun lalu.
"Kita coba adalah fokus di UMKM. Kalau dilihat dari permintaan kredit UMKM masih cukup besar. Kita dorong perbankan untuk bergerak kesana. Karena UMKM cukup tangguh menghadapi krisis.
Jadi kita harap UMKM bisa bertumbuh signifikan dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, ujar Nelson. (gir/gir)