Dengan tersambungnya semua ruas jalan tol tersebut, Jokowi berharap ongkos transportasi dan biaya logistik akan menjadi lebih murah.
“(Saat ini) ongkos transportasi dan logistik kita lebih tinggi 2,5 persen dari negara tetangga,” ujar Jokowi seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Senin (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam laporannya mengatakan, secara keseluruhan permasalahan lahan tidak menjadi penghalang pengerjaan tol tersebut.
Sebagai informasi, jalan tol sepanjang mencapai 180 km tersebut dibagi menjadi tiga paket pekerjaan. Paket pertama adalah ruas Solo-Kartosuro sekitar 20,9 km di Solo – Ngawi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah dan dibiayai dari APBN murni.
Paket kedua adalah ruas Nganjuk – Kertosono sepanjang 39,10 km di Ngawi – Kertosono yang juga menjadi tanggung jawab Pemerintah yang didanai oleh pinjaman dari China sepanjang 37,4 km. Sisanya 1,70 km di danai APBN Murni. Paket ketiga adalah ruas di Sragen – Nganjuk yang dilakukan oleh investor.