Untuk mengejar target yang merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo itu, jajaran Kementerian ESDM menyatakan lebih memilih membangun pembangkit listrik tenaga diesel atau solar ketimbang energi terbarukan.
Padahal dalam proyeksinya mengenai komposisi bauran energi (energy mix), pemerintah akan menggenjot pemanfaatan energi terbarukan menjadi 25 persen hingga 2025 dari posisinya saat ini 6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyelesaikan konstruksi pembangkit, Jarman mengatakan saat ini pihaknya juga tengah mematangkan konsep pengoperasian pembangkit-pembangkit yang kan diluncurkan oleh presiden itu. Karenanya, jajaran Kementerian ESDM akan terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menyukseskan program ini.
"Kita sedang siapkan waktunya Presiden untuk (meresmikan) ini. Jadi rencananya presiden akan launching nyalanya 47 lokasi dipulau terluar, sesuai dengan janji pemerintah," tuturnya.