Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengungkapkan kerjasama maskapainya dan perusahaan hasil joint venture Snecma (Safran) dan GE Aviations ini, telah berlangsung sejak akhir 1990-an melalui pengoperasian mesin CFM56-3 untuk pesawat Boeing 737-300. Saat ini Garuda menggunakan sebanyak 80 mesin CFM untuk pesawat tipe 737 yang dioperasikannya, salah satunya Boeing 737-800 NG.
"Pesawat Boeing 737-800 NG dengan mesin CFM56-7B adalah tulang punggung armada kami sekarang dan kerjasama penyediaan dukungan untuk armada B737 MAX 8 ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus menghadirkan teknologi paling modern dan mesin pesawat terefisien dalam penggunaan bahan bakar yang ada saat ini," tutur Arif saat acara penandatanganan kerjasama di Jakarta, Rabu (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah membangun hubungan yang sangat baik dengan Garuda Indonesia selama bertahun-tahun dan kami sangat menantikan momen untuk memperkenalkan mesin LEAP dalam armada Garuda Indonesia," tutur York.
Pesawat B737 MAX 8 merupakan pengembangan dari Boeing 737-800 NG yang menggabungkan mesin CFM Internasional LEAP-1B terbaru, sayap Advanced Technology dan peningkatan sejumlah fitur yang memberikan efisiensi tertinggi dan kenyamanan bagi penumpang di kelas armada single-aisle.
Mesin LEAP memiliki bobot yang lebih ringan dan memiliki daya tahan lebih tinggi. Tingkat efisiensi penggunaan bahan bakar bisa mencapai 15 persen. Selain itu mesin ini bisa menurunkan emisi CO2, margin 50 persen terhadap peraturan emisi baru, memiliki tingkat kebisingan lebih rendah dan biaya operasional yang lebih rendah.