"Sampai akhir Juni kemarin realisasi solar subsidi baru mencapai 6.956.146 kl. Ini sudah termasuk kuota Pertamina dan AKR Corporindo," ungkap Direktur BBM BPH Migas Hendri Ahmad saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (30/7).
Hendri mengatakan lantaran penyaluran solar subsidi di enam bulan pertama 2015 baru mencapai 41 persen, BPH Migas meyakini bahwa konsumsi solar bersubsidi tahun ini akan berada dibawah pagu proyeksi APBNP 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami prediksi realisasi hingga akhir tahun akan dibawah kuota 2015," tegasnya.
Seiring dengan adanya perubahan kuota solar subsidi dalam pagu APBNP 2015 ke angka 17,05 juta, BPH Migas bakal mengubah jatah penyaluran BBM subsidi yang dipercayakan kepada dua badan usaha yakni PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo.
"Ada tambahan sedikit tapi saya lupa angka (tambahannya)," ujar Andi singkat.
Di kesempatan berbeda manajemen Pertamina berharap bisa mendapat porsi yang paling besar dari rencana penambahan jatah penyaluran solar subsidi. Ini mengingat Pertamina diklaim telah melaksanakan dan menyanggupi upaya distribusi solar ke berbagai daerah luar Pulau Jawa hingga wilayah terpencil.
"Jujur saya juga belum dapat angkanya. Silakan tanya ke BPH Migas," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro. (gen)