"Produksi yang kemarin sempat dihentikan, sementara pagi ini sudah mulai dibuka lagi sumurnya. Tapi sekarang produksi baru 15 ribu barel per hari (bph) dari fasilitas EPC I," ujar Djoko Siswanto, Direktur Pengusahaan Hulu Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (3/8).
Lantaran kegiatan sudah kembali dilakukan, Djoko bilang dirinya optimistis angka produksi Blok Cepu akan kembali normal di kisaran angka 83 ribu bph dalam waktu dekat. Meski begitu, ia tak menampik bahwa saat ini angka produksi minyak dari total seluruh fasilitas EPC Blok Cepu baru mencapai 45 ribu bph. "Dan bertahap akan menuju produksi semula sebelum ada kerusuhan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin sore, 2 Agustus 2015 produksi sudah kembali normal dan tidak ada kendala lagi," kata Zuldadi.
Dari informasi yang dikumpulkan CNN Indonesia, insiden perusakan yang terjadi di fasilitas EPC I dan V disinyalir akibat ketidakpuasan pekerja sub-kontraktor yang berasal dari PT Tripatra-Samsung menyusul kebijakan baru perusahaan kontraktor. Dari kejadian itu, dua mobil berikut kantor dan sejumlah fasilitas di komplek pengeboran rusak. Sementara dalam dua hari, aktivitas produksi minyak dihentikan dan pemerintah kehilangan potensi lifting minyak sebanyak berkisar 55 ribu bph. (dim/gen)