Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan sampai akhir 2015 pembangunan pelabuhan diprediksi rampung 54 persen. Sehingga tahun depan, proyek bernilai Rp 42 triliun ini bisa selesai karena hanya tinggal menyelesaikan separuhnya.
"Sampai akhir Juli, progress pembangunan Kuala Tanjung sampai 7 persen. Ke depan akan kita percepat karena memang nantinya akan dibangun kawasan industri di situ. Dari seluruh pelabuhan yang groundbreaking semester I tahun ini, pembangunan itulah yang paling besar," ujarnya di Jakarta, Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa kami pilih Port Rotterdam, karena mereka pasarnya luas. Indonesia bisa masuk ke jaringan mereka, karena mereka ada jaringan ke Eropa, Timur Tengah dan lain-lain. Karena sesuai dengan tujuan awal, pembangunan pelabuhan ini kan untuk mengangkut hasil industri dari Kawasan Industri Kuala Tanjung," jelas Bambang.
"Kalau nanti disetujui, mungkin akhir tahun bisa terbentuk kerjasamanya. Kalau sekarang masih belum tahu berapa share-nya, tapi yang pasti kami tetap jadi majority," jelasnya.
Seperti yang telah diketahui, pelabuhan Kuala Tanjung ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 42 triliun dengan jumlah kontainer mencapai 6 juta Teus per tahun. Bahkan dalam jangka panjang, jumlah kapasitasnya bisa mencapai 20 juta Teus. (gen)