Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan bahwa setelah Fed rate nantinya diubah, maka bisa dipastikan mata uang lainnya juga akan terpengaruh tak hanya Rupiah saja. Alasannya, ia menyebut pelemahan rupiah kali ini lebih disebabkan oleh pengaruh eksternal seperti penguatan ekonomi AS.
"Rupiah tertekan karena kondisi eksternal seperti kekuatan AS dan statement Fed rate akan naik. Kalau jelas Fed rate naik, situasi kami harap akan lebih stabil," terang Agus di Jakarta, Selasa (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, cadangan devisa pada akhir Juni tercatat sebesar US$ 108 miliar dimana angka ini lebih rendah US$ 2,8 miliar, atau 2,52 persen dibandingkan dengan posisi akhir bulan Mei 2015 sebesar US$ 110,8. Dengan posisi devisa seperti demikian, maka Indonesia masih bisa membiayai 6,8 bulan impor.
Sebagai informasi, The Fed sendiri hingga saat ini masih belum memberikan sinyal penaikan suku bunga acuan Fed rate. Dalam rapat FOMC pekan lalu, instansi yang dipimpin Janet Yellen ini berkesimpulan bahwa peningkatan Fed Rate akan terjadi jika ada perbaikan di angka pengangguran dan angka inflasi akan kembali ke angka 2 persen.
Sedangkan depresiasi rupiah sendiri dikatakan BI telah mencapai 8,5 persen dari Januari hingga Juli tahun ini dengan angka bulanan rata-rata sebesar 1 persen. (gen)