“Masalah subsidi listrik, subsidi BBM dan non energi harus lebih di kalkulasi lagi agar bisa tepat sasaran,” ujar Jokowi.
Selain itu ia juga ingin agar asumsi makro yang diusulkan pemerintah dalam RAPBN 2016 mengikuti perkembangan ekonomi terkini. “Kita ingin agar nantinya semuanya dipasang secara realistis,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain asumsi dasar ekonomi makro indikatif, pemerintah dan DPR juga menyepakati beberapa target pembangunan yakni tingkat pengangguran sebesar 5,2 sampai 5,5 persen; tingkat kemiskinan 9 hingga 10 persen; indeks Gini rasio sebesar 0,39 persen; dan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 70,1 persen.
Selain meminta bawahannya untuk menghitung ulang anggaran subsidi, Jokowi juga menginstruksikan transfer daerah dan dana yang dialokasikan untuk desa diperbesar.
“Harus lebih besar dibandingkan dengan belanja di kementerian/lembaga. Namun harus hati-hati di sisi pengawasan, di sisi controlling di lapangan harus terus dilakukan,” kata Jokowi.
Terkait penyaluran bantuan sosial tahun depan, Jokowi mengharapkan agar dapat lebih fokus pada bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan juga bidang pengurangan kemiskinan. (gen)