Direktur Express David Santoso mengatakan, segmen taksi MPV merupakan fenomena baru di bisnis transportasi Indonesia. Ia menilai hal ini merupakan salah satu hasil dari kompetisi ide antar operator taksi dan juga opsi dalam melakukan efisiensi.
“Taksi MPV cocok di Indonesia. Apalagi di Jakarta yang banjir, karena kan ground clearance MPV lebih tinggi dari sedan. Selain itu, bagasi yang lebih luas juga bakal menarik konsumen secara luas,” ujarnya ketika dihubungi CNN Indonesia, Kamis (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dari sisi harga, selama ini sedan lebih mahal daripada MPV, maka saya kira ini strategi yang cukup cerdas,” katanya.
“Saat ini kami baru memperoleh ijin peremajaan, bukan penambahan. Jumlahnya juga sekitar 15-16 persen dari armada kami saat ini yang totalnya sekitar 11.000 unit,” jelas David.
Terkait waktu peluncuran, David menilai pihaknya belum terburu-buru karena masih menimbang pabrikan dan merek MPV yang bakal digunakan. Ia mengungkapkan, kemungkinan rencana tersebut direalisasikan pada akhir tahun ini dan awal 2016.
“Kami masih lihat dulu pabrikan dan merek yang mau dipakai. Bagi kami yang penting irit bahan bakar dan operasionalnya mudah. Rencananya kami luncurkan pada kuartal IV 2015 dan penambahan pada kuartal I 2016,” ungkap David.
Terkait dana ekspansi, David menyatakan nantinya perseroan bakal menggunakan dana peremajaan. Ia menyatakan setiap tahun pihaknya menyiapkan dana peremajaan yang berada di luar dana belanja modal.
“Setiap tahun kami menyiapkan sekitar Rp 500 miliar untuk peremajaan,” jelasnya.
“Saat ini untuk peremajaan, dan sementara di Jakarta dulu. Harapannya armada Mobilio ini bisa ada di semua wilayah kerja kami di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama Blue Bird Purnomo Prawiro kepada CNN Indonesia.