Menurut Agus, masukan dari JK bisa membantu meningkatkan minat instansi pemerintah maupun perusahaan swasta penyedia barang dan jasa untuk bertransaksi melalui e-catalog LKPP.
"Sekarang ada situasi dan kondisi pejabat takut mengeksekusi pengadaan di lapangan, takut disalahkan, takut karena terburu-buru waktunya. Ini yang akan ditindaklanjuti oleh Presiden dan Wakil Presiden," kata Agus di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, saat ini baru Kementerian Perhubungan yang dipimpin Ignasius Jonan yang telah melakukan belanja barang dan jasa melalui e-catalog LKPP.
Mantan Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber daya Manusia LKPP tersebut berharap setelah bertemu JK yang notabene seorang pengusaha nasional maka daya tarik e-catalog sebagai sarana utama penyediaan barang dan hasa pemerintah akan meningkat.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sampai Agustus 2015 sistem elektronik pengadaan barang kementerian/lembaga pemerintah (e-catalog) baru mencatatkan transaksi sebesar Rp 15 Triliun. Angka tersebut terbilang rendah karena sudah mencakup transaksi pembelian yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. (gen)