Selama ini subsidi BBM dinilai membuat APBN menjadi lebih riskan akibat pemerintah harus menanggung beban impor minyak dengan kurs yang berfluktuasi.
"APBN kita sudah lebih aman dibanding sebelum ada subsidi BBM. Jadi buat APBN tidak mengkhawatirkan," ujar Suahasil saat ditemui di Kementerian Keuangan, Selasa (11/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di satu sisi, pemerintah juga mengkhawatirkan naiknya kewajiban pemerintah untuk membayar utang luar negeri yang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).
Keputusan bank sentral China diyakini akan memicu negara lain untuk menurunkan nilai mata uangnya agar ekspor bisa terdorong. Namun Sofyan optimis pelemahan mata uang beberapa negara tidak akan berlarut-larut terjadi.
"Itu berpengaruh kepada semua negara lain. Saya pikir juga berpengaruh terhadap rupiah. Nah, kita akan lihat bagaimana reaksi dalam dua hari ini, di belahan dunia lain juga begitu kan," ujar Sofyan Selasa (11/8) malam. (gen)