Penambahan stok minyak milik pemerintah di tengah anjloknya harga minyak dunia dinilai berguna sebagai modal mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan.
Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Akhmad Syahroza mengimbau kabinet kerja jilid II membuat strategi baru impor minyak. Dia menghitung, dengan asumsi harga minyak dunia tahun depan yang diprediksi masih akan berada di bawah US$ 70 per barel, sudah saatnya pemerintah menambah stok minyak untuk menutupi kebutuhan dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari hal itu, ia pun berharap Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di bawah Darmin Nasution bisa menaungi Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Pertamina untuk membahas bersama pembelian minyak impor tersebut.
1. Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.
2. Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengganti Indroyono Soesilo.
3. Thomas T. Lembong sebagai Menteri Perdagangan menggusur Rahmat Gobel.
4. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil menggantikan Andrinof Chaniago.
5. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menggeser Andi Widjajanto.
Sementara jabatan Menteri ESDM yang disebut Akhmad masih dipegang oleh Sudirman Said, dan kursi Menteri Keuangan masih diduduki Bambang P.S. Brodjonegoro. (gen)