Ka Jit, Senior Corporate Executive OCBC NISP mengungkapkan bahwa kerjasama dengan BCA merupakan langkah yang tepat mengingat produk Flazz BCA memiliki jaringan yang banyak. Selain itu, BCA juga dipilih karena tipe bank yang sama-sama bergerak di sektor consumer bank.
"Atas alasan itu, kami yakin partnership dengan Flazz ini akan memberikan value added yang tinggi kepada nasabah kita. Dengan jaringan yang luas, kami optimis kerjasama dengan Flazz bisa menguatkan penterasi pasar kami yang berfokus pada masyarakat kelas menengah," terang Ka Jit di Jakarta, Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harap izin OJK itu secepatnya keluar. Begitu keluar, fokus kami adalah consumer engagement dan juga memperluas pasar terlebih dahulu," jelasnya.
Ia menambahkan, BCA akan terus membuka peluang kerjasama peluncuran e-money dengan bank-bank lainnya demi menggalakkan program less-cashed society. Bahkan menurutnya, sudah ada beberapa bank swasta yang berminat mengembangkan produk e-money bersama BCA.
"Namun saya tak bisa beritahu nama-nama bank-nya apa saja. Memang kami kini sedang membuka kerjasama dengan bank-bank lainnya apabila ingin mengembangkan produk e-money, karena investasi di produk ini tidak sedikit," jelasnya.
Sebagai informasi, kartu Flazz BCA sudah beredar sebanyak 7,7 juta kartu hingga Semester I 2015 dengan rata-rata transaksi sebesar 46 juta kali transaksi yang didominasi oleh penggunaan transportasi. Untuk mengoperasikan Flazz, BCA sudah memiliki 102 ribu EDC yang terletak di 70 ribu merchant di seluruh Indonesia. (gen)