"Hingga saat ini tidak ada bank yang ditutup maupun terancam ditutup," ujar Heru saat konferensi pers usai rapaty koordinasi forum koordinasi stabilitas sistem keuangan (FKSSK) di Kemententerian Keuangan, Jakarta, Kamis (13/8).
Heru mengatakan hanya ada dua unit bank jenis bank perkreditan rakyat (BPR) yang sempat ditutup oleh LPS pada kuartal I kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, ia mengakui memang ada tekanan bagi perbankan selama terjadinya perlambatan ekonomi semester I yakni meningkatnya jumlah kredit macet (Non Performing Loans/NPL) sejumlah bank.
"Setelah kami lakukan stress test dengan asumsi yang buruk, terbukti ketahanan perbankan kita lumayan baik. Mayarakat perlu tenang," katanya.
LPS mencatat saat ini ada 156 juta unit rekening yang dimiliki oleh nasabah perbankan nasional, dari total tersebut, 96 persen sudah berada dalam jaminan LPS.
"Kami belum gunakan instrumen khusus LPS untuk melakukan penyelamatan. Semua masih tetap sediakala seperti biasa. Namun harus tetap waspada dan cermat mengambil langkah-langkah yang terbaik," kata Heru. (gen)