Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku akan sangat menantang bagi pemerintah untuk bisa merealisasikan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tahun depan. Ditambah lagi, sampai saat ini belum ada indikasi faktor eksternal yang dapat membantu menopang tercapainya target tersebut.
Oleh karena itu, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menyebut kerja keras dan optimisme adalah satu-satunya modal utama pemerintah untuk mencapai target tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan kerja keras untuk menggenjot perekonomian tidak hanya dibebankan ke pemerintah. Ia menyinggung lembaga negara lain harus bersama-sama bekerja keras menstabilkan perekonomian Indonesia. Pasalnya menurut Darmin, mustahil mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa stabilisasi perekonomian.
Saat mengikuti Forum Koordinasi Stabilisasi Sistem Keuangan (FKSSK) kemarin, pria Tapanuli tersebut sempat meminta pemerintah untuk mengubah orientasi dalam mengelola perekonomian Indonesia. Darmin menilai di tengah gejolak perekonomian global yang tidak pasti dan melambatnya ekonomi nasional, sangat tidak tepat bagi pemerintah untuk mengedepankan target pertumbuhan ekonomi.
"Stabilitas itu perlu sekali. Hal itu memang akan sedikit mengganggu pertumbuhan, tapi toh pertumbuhan juga melambat kan. Tidak ada cara yang instan untuk mengangkat perekonomian negara yang tengah berjalan lambat,” ujar Darmin, kemarin.
Pernyataan tersebut seolah membantah target muluk pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 5,7 persen yang ditetapkan pemerintah dalam tahun anggaran 2015.
Darmin dengan tegas meminta Jokowi untuk merelakan target tersebut tidak tercapai. Menurutnya kalaupun tidak bisa mengejar peningkatan pertumbuhan, paling tidak pemerintah bisa menghentikan perlambatan tersebut tahun ini.
“Perlambatan harus berhenti dulu baru kemudian dia membaik. Dari sisi stabilitasnya tidak terlalu terganggu, barangkali perlambatannya yang lebih banyak mengganggu,” kata Darmin. (gen)