Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPS) atau BLU CPO fund Bayu Krisnamurthi menjelaskan program yang bertujuan menjaga atau bahkan menaikkan harga sawit ini berpotensi memperlebar selisih harga tersebut.
"Ada sesuatu yang sangat kami cermati, yaitu harga crude. Karena harga crude akan memengaruhi harga MOPS sedangkan program ini sendiri akan membuat harga sawit tidak turun, mudah-mudahan bisa naik. Jadi kalau harga sawitnya naik harga MOPS nya turun, selisihnya akan makin lebar. Artinya dana yg harus dibayarkan akan makin terbuka," kata Bayu di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah sendiri memperkirakan dana pungutan CPO fund yang dapat dikelola oleh bank-bank yang ditunjuk bisa mencapai US$ 750 juta atau lebih dari Rp 8 triliun per tahun.
Dana yang dikutip dari kegiatan ekspor CPO dan produk turunannya itu sedianya dapat digunakan untuk peremajaan perkebunan sawit rakyat, penelitian dan pengembangan kelapa sawit, promosi kelapa sawit, sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit, dan pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit.