Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior BI, menilai devaluasi tak perlu dilakukan oleh negara berkembang seperti Indonesia mengingat secara alamiah kursnya telah melemah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara-negara itu tidak perlu ikut China yang melemahkan mata uangnya, karena mereka kemarin-kemarin tidak melemah," ujar Mirza.
Mengutip data Reuters, sejak awal tahun sampai hari ini, rupiah sudah jatuh 11 persen terhadap dolar AS. Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (20/8) berada pada level Rp 13.838 per dolar AS atau menguat tipis 14 poin atau 0,1 persen dibandingkan posisi kemarin Rp 13.824 per dolar AS. (ags)