Seperti disampaikan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Djarwo Surjanto, rencananya fase pertama pembangunan infrastruktur dasar JIIPE akan selesai pada akhir 2015. Dengan adanya pelabuhan ini, jelasnya, nantinya diharapkan bisa membantu logistik pabrik yang sudah mulai beroperasi pada periode tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana tersebut, jelasnya, terdiri dari 40 persen pinjaman PT Bank Mandiri serta konsorsium PT Bank Jatim, PT Bank Mandiri, dan juga PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) sedangkan 60 persen sisanya merupakan modal bersama kedua pengembang JIIPE, yaitu PT Pelindo III dan PT AKR Corporindo. Dana pinjaman tersebut murni digunakan untuk konstruksi mengingat pembelian lahan tak boleh digunakam melalui uang pinjaman.
"Bisa dibilang, hingga Agustus ini kami telah merampungkan 30 persen dari total kebutuhan infrastruktur dasar yang diharapkan selesai pada tahun 2018. Dengan adanya fakta ini, kami tidak ada revisi target dan bahkan yakin kalau pembangunan pelabuhan JIIPE bisa selesai tepat waktu," jelasnya.
Dengan melakukan kegiatan ekspor impor di awal tahun, Djarwo mengatakan bahwa kehadiran pelabuhan JIIPE tidak akan menggantikan posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama Jawa Timur. Namun dengan kondisi perairan pelabuhan yang cukup dalam, JIIPE diharapkan mampu menampung kapal-kapal bermuatan besar yang tidak bisa ditampung pelabuhan lain.
"Beberapa waktu ke depan, penggunaan jasa pelabuhan makin banyak, jadi nanti pengguna bisa memilih mau ke Tanjung Perak lama atau Teluk Lamong atau Maspion. Nanti diharapkan tidak ada monopoli pelabuhan lagi, tidak ada persaingan antar pelabuhan di Jawa Timur," jelasnya.
Selain pelabuhan, infrastruktur dasar JIIPE yang akan dibangun dalam waktu dekat adalah pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 150 megawatt dan juga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berdaya 2 kali 50 meter kubik per jam yang diperuntukkan sebagai fasilitas kawasan industri. Keduanya akan dibangun pada fase kedua pembangunan infratsruktur dasar, atau pada tahun depan.
Sebagai informasi, JIIPE sendiri memiliki total luas sebesar 2,99 ribu hektar dimana kawasan pelabuhannya sendiri memiliki luas 400 hektar atau 13,37 persen dari total lahan JIIPE. Rencananya, kedalaman draft pelabuhan juga akan ditambah dari 14 meter menjadi 16 meter beberapa waktu ke depan.
(ags)