"Kami sampaikan bahwa kita sudah selesaikan 43 titik dari proyek penerangan 50 titik terluar di Indonesia. Sesegera mungkin kami harap Presiden Joko Widodo mau meresmikan hal tersebut kalau sudah jadi," tegas Sudirman usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kamis (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sudirman, 50 proyek listrik di daerah terluar Indonesia tersebut sebagian besar berbentuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Adapun pembiayaannya sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kami harap bisa rampung semuanya tahun ini kalau situasi cuaca mendukung. Karena jenis pembangkit yang kami bangun adalah PLTS hybrid," tuturnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan konsumsi listrik setiap tahunnya bertambah 8,7 persen apabila asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Sedangkan rasio elektrifikasi pada tahun 2015 sendiri ditargetkan sebesar 85 persen, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019.