Karenanya, Menkeu bermimpi suatu saat penyaluran subsidi bisa dilakukan menggunakan sistem pembayaran non-tunai (cashless transaction) melalui kartu pintar (smart card). Cara ini dinilainya akan membuat penyaluran subsidi pemerintah lebih tepat sasaran.
"Mimpi kita, suatu saat uang atau bantuan dari pemerintah kepada warganya itu langsung diberikan melalui sistem pembayaran dan wujudnya adalah cashless transaction," tutur Bambang dalam acara peresmian Forum Sistem Pembayaran Indonesia (FSPI) di Kantor Pusat Bank Indonesia (BI), Kamis (27/8).
Selama ini, kata Bambang, mekanisme subsidi harga pada BBM membuat masyarakat menganggap harga jual bahan bakar murah. Skema ini juga membuat orang yang mampu membeli BBM di harga keekonomiannya ikut menikmati subsidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, lanjut Bambang, pemerintah menganggarkan subsidi beras bagi masyarakat miskin (raskin) sebanyak 15 kilogram per rumah tangga sasaran per bulan. Namun, dia menduga ada penerima raskin yang sebenarnya tidak berhak menerima karena tidak termasuk kelompok miskin.
Dengan menggunakan smart card, pemerintah bisa menaruh subsidi dalam kartu itu sehingga penerima bisa membeli beras di lokasi yang ditentukan.
“Percaya sama saya kalau padat karya itu pasti ujungnya padat penggelapan,” kata Bambang.
Hingga saat ini, mimpi Bambang masih harus menunggu untuk terwujud. Pasalnya, kondisi ideal yang diinginkannya tidak akan efektif dan efisien apabila sistem pencatatan kependudukan di Tanah Air belum sempurna dan terintegrasi melalui nomor identitas tunggal (single identity number).
“Sistem (smart card) tadi bisa tidak bocor atau tidak disalahgunakan apabila kita mempunyai sistem single identity yang kuat,” ujarnya
Bambang berkaca pada kesuksesan program kesejahteraan penduduk Negeri Paman Sam yang menggunakan nomor pengaman sosial (Social Security Number/SSN) yang sederhana dan unik.“Kita inginnya nantinya tidak ada lagi NPWP nomor sendiri, SIM nomor sendiri, KTP nomor sendiri,” ujarnya.
Bambang yang pernah tinggal di Amerika pun mengungkapkan hingga kini dia masih bisa mengingat nomor SSN-nya
“Saya kalau tidak salah masih ingat nomor social security number saya. Sebenarnya saya sudah pulang dari Amerika tahun 1997, (nomornya) 33862088. Karena itu harus saya ulang terus, mau daftar telepon ditanya SSN, mau bikin sim ditanya SSN, jadi hafal,” ujarnya.