Hal tersebut disampaikan oleh utusan pemerintah China melalui Duta Besarnya untuk Indonesia Xie Feng.
Feng pada Jumat (28/8) siang mendatangi kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta. Ia meminta tidak ada usulan tambahan apapun dalam proposal pengajuan tender proyek kereta cepat selama proses evaluasi berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Feng menilai evaluasi tersebut saat ini masih dilakukan oleh konsultan independen Boston Consulting Group (BCG). Jika butir usulan yang diajukan oleh pihak Jepang masuk dalam pertimbangan penilaian, maka hal tersebut dinilainya tidak adil dan membuat proposal yang diajukan China menjadi tidak menarik.
"Kami harap semua pihak menghormati aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Cukup satu kali studi kelayakan. Tidak ada lagi yang lain," ujar Feng, Jumat (28/8).
Tambahan tersebut adalah percepatan waktu pembangunan yang lebih cepat dari tawaran sebelumnya, yakni lima tahun serta transfer teknologi yang mereka miliki.
Menanggapi usulan sang pesaing, Feng merasa percaya diri. Ia mengatakan proposal proyek yang diajukan oleh negaranya merupakan yang terbaik.
"Yang bisa saya tegaskan adalah, China punya proposal proyek kereta cepat terbaik. Saya punya rasa percaya diri penuh atas itu," ujar Feng. (gen)